Terbitlah sebuah ungkapan yang semakin menekan jiwa yang tak berpendirian, sulit memegang prinsip, senantiasa berusaha dengan hanya visualisasi yang acap melanggar asas rasionalitas sesungguhnya dari sebuah pencapaian yang ingin diraih. sehingga ia yang menekan dengan segenap asa positif miliknya guna mengembalikan potensi sang diri sejatinya dianggap sebagai sebuah tirai pengukung kebebasan yang bisa dicauk oleh diri, setidaknya jika ia diberi ketiadaan seperti yang diharapkanya. Ia hanya ingin membentuk sebuah realitas, meski di alam keadaan yang membuatnya semakin jauh dari realitas yang ingin dinyatakanya tersebut dan saat ini ia telah meraih apa yang diinginkanya setidaknya di alam realitas yang diciptakanya sendiri. Lihatlah sekarang ia tersenyum 2-2-8, kondisi yang sulit untuk ditunjukkan oleh situasi riil.

Iklan