Menggerakkan diri untuk melangkah ke tujuan yang sejalan dengan segala aturan yang berlaku, menjelajah di dalam ruang dengan segala peraturan yang mengisi setiap sisi sebagai penjaga kebenaran yang diakui secara universal dan tentu saja sebagai pembeda antara dua yang selalu saling memberikan dampak sebagai gambaran berbeda yang tak pernah dapat disatukan karena masing-masing memiliki nilai absolut yang mendasarinya. Telah membuat suatu keadaan dimana setiap entitas menjadi pengikut dua aliran besar tersebut, saling mengklaim mana yang sesungguhnya, untuk terus dapat mengalir dengan segala keyakinan yang telah tertanamkan menuju tujuan akhir yang telah ditentukan sebelumnya sebagai sebuah cita-cita. Ini tak hanya sebagai sebuah paham yang difantikkan untuk selalu dijunjung tinggi keberadaanya namun lebih jauh ini merupakan esensi yang dijalani oleh setiap entitas yang hidup didunia ini. Menganggarkan diri untuk terjun menggeluti suatu jalan kebenaran yang tersedia tersebut adalah sebuah upaya yang memberikan dampak yang belum tentu dapat mengarahkan ke tujuan utama dari jalan piilihan tersebut. Karena masih banyak hal-hal yang belum dapat diungkap mengenai kehadiran waktu yang senantiasa mengiringi setiap hal yang terkreasi di dunia ini. Waktu menjadi hal yang diperhitungkan lainya, menyaksikan setiap peristiwa dengan seksama, bersifat netral terhadap segala hal yang terjadi, dan menjadi hal yang paling abadi pada seluruh dimensi kehidupan yang ada di dunia ini.  Eksistensi waktu, telah menjadi suatu keistimewaan tersendiri dalam perjalanan kehidupan didunia ini.  Waktu yang baik disadari maupun enggan untuk diakui adalah satu-satunya entitas yang dengan segala nilai netral menciptakan diri sebagai saksi atas segala sesuatu yang telah, sedang dan akan berlangsung dalam kehidupan ini. Kondisi dilematis yang harus diputuskan oleh manusia, menggurui diri dengan tanggung jawab dari pilihan yang telah diputuskan, menjajakan segala tindakan yang dilakukan sebagai konsekuensi hidup didunia ini.

 

Iklan