Aku tak tahu bagaimana baiknya memulai postingan kali ini, jujur aku bukanlah orang yang terstruktur dengan berbagai agenda harian yang mesti kujalani. Aku menjalani hari bak air mengalir, tidak menyalahi hukum alam mencari tempat yang lebih rendah selalu menerima apa saja yang ingin menyatukan diri untuk lebur kedalamnya dan dengan rela mengorbankan kemurnian yang telah menjadi sifat sejatinya, meski seutuhnya aku seorang individu, merasa cukup dengan apa yang kumiliki dalam berbagai hal namun aku masih butuh akan kegenapan. Sesuatu yang selalu ku rindu, pastinya! ketidakberadaanya membuat ku menjadi penderita penyakit AIDS (Angkuh Iri Dengki Sombong), merasa bangga akan diri dari yang sesungguhnya, enggan melakukan introspeksi, menjadi pelupa yang menyedihkan dan sulit untuk mampu memberi makna pada beragam lakon keseharian yang kujalani. Ketikan jejari di tuts keyboard ini, ia lah yang menstimulasiku tetap terjaga untuk membalaskan dendam karena ia yang kudambakan sebagai penggenapku. Irasional memang, ketika sebuah keinginan yang dipaksakan untuk terus diupayakan meski nantinya akan membuahkan hasil dengan memberikan sebuah keadaan atau bahkan tragedi yang tidak menyenangkan kepada satu pihak.

Iklan